[ratings]

Obesitas pada anak
Biaya kesehatan anak obes lebih mahal
Bagi para orang tua yang masih menginginkan anaknya bertubuh gemuk, temuan terbaru ini layak disimak. Para peneliti di USA menemukan bahwa biaya kesehatan untuk anak dengan obesitas lebih mahal dibanding anak normal, karena lebih sering mengunjungi dokter dan melakukan pemeriksaan laboratorium. Hal yang sama berlaku juga pada orang dewasa dengan obesitas. Disebutkan pula bahwa 80% anak usia 12 tahun dengan obesitas akan berlanjut menjadi obesitas dewasa.
Obesitas anak bisa disebabkan oleh hormon dan faktor genetis, tetapi pada umumnya disebabkan karena anak-anak makan terlalu banyak dan tidak berolah fisik yang cukup. Jika anak mendapatkan kalori lebih dari yang mereka gunakan lewat olah fisik dan perkembangan fisik yang normal, mereka akan menjadi gemuk. Makanan yang dapat menyebabkan obesitas adalah makanan-makanan yang tinggi kalori, seperti fast food (makanan cepat saji), kue-kue yang manis, minuman soda, dan permen. Selain makanan, kurangnya olah fisik juga dapat menyebabkan obesitas, kegiatan yang tidak aktif seperti menonton TV dan bermain video games dapat menyebabkan anak menjadi kurang aktif. Selain itu, ada faktor lain seperti psikologis; anak yang stress cenderung untuk makan lebih banyak, dan faktor lingkungan seperti jajanan di sekolah.
Obesitas anak dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti: diabetes tipe 2, sindrom metabolisme, tekanan darah tinggi, asma dan gangguan pernafasan lainnya, gangguan tidur, penyakit liver, puber dini, infeksi kulit dan lainnya. Karena itu, sangatlah penting untuk menjaga agar anak Anda mendapat nutrisi yang tepat tanpa menyebabkan kegemukan atau obesitas.
Cara mencegah obesitas anak dimulai dari diri Anda sendiri. Berikan contoh yang benar dengan menjaga pola hidup sehat. Bila Anda menjaga berat badan dan mempunyai pola hidup yang sehat, anak Anda pun akan mengikuti dengan mudah. Lalu, ajaklah ia untuk berolah fisik bersama. Selain itu, jangan menggunakan makanan manis seperti permen untuk memberikan “hadiah” untuk mendidik perilakunya. Makanan tidak bisa dijadikan alat untuk memodifikasi perilaku.
Selain itu, tekankan di hal positif, jangan negatif. Jangan menakut-nakutinya tetapi beritahukan betapa menyenangkannya bermain di halaman dan berlari-lari. Beritahukan betapa enaknya buah segar yang ia bisa makan setiap hari dan betapa buah-buahan lebih lezat dibandingkan permen. Tekankan keuntungan berolah fisik selain dari menjaga berat badan, misalnya menguatkan tubuh dan otot mereka. Biarkan anak Anda bermain dan berlari-lari yang aktif di rumah dan hanya makan saat lapar, bukan saat bosan. Dengan ini, tubuh mereka pun dengan sendirinya akan berada pada berat badan yang sehat.
Tentunya kedekatan Anda dengan si Kecil memainkan peranan yang besar. Salah satu penyebab anak makan terlalu banyak adalah karena faktor psikologis seperti stress. Ciptakan hubungan yang dekat dengannya sehingga ia bisa bercerita apa saja kepada Anda. Jadilah orang tua dan temannya yang mau mengerti gejolak kehidupannya. Obesitas anak bisa dicegah dan dihindari. Mulailah dari gaya hidup sehat seluruh keluarga.
Dampak obesitas dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang, misalnya
- gangguan psikososial, rasa rendah diri, depresif dan menarik diri dari lingkungan. Hal ini karena anak obese sering menjadi bahan olok-olokan teman main dan teman sekolah. Dapat pula karena ketidakmampuan untuk melaksanakan suatu tugas/kegiatan terutama olahraga akibat adanya hambatan pergerakan oleh kegemukannya.
- pertumbuhan fisik/linier yang lebih cepat dan usia tulang yang lebih lanjut dibanding usia biologinya.
- masalah ortopedi akibat beban tubuh yang terlalu berat: slipped capital femoral epiphysis.
- gangguan pernapasan: infeksi saluran napas, tidur ngorok, sering mengantuk siang hari.
- gangguan endokrin: menars lebih cepat terjadi.
Pengukuran obesitas yang sering dipakai secara klinis adalah pengukuran antropometri seperti indeks massa tubuh (IMT), dan BB menurut TB (BB/TB).
NCHS persentil 85: overweigth (gizi lebih)
NCHS persentil 95: obesitas
Umumnya terdapat 3 faktor yang berpengaruh terhadap berkembangnya obesitas yaitu: faktor genetik, lingkungan, dan neuro. Segala sesuatu yang berlebihan –termasuk obesitas— memang tidak bagus. Tak heran bila ktidaksehatan perusahaan maupun birokrasi pemerintahan juga sering dianalogikan dengan kelebihan lemak yang perlu dibenahi. Dalam acara talkshow PasFM Healthcare Sabtu 4 September 2004 akan didiskusikan secara lebih rinci faktor risiko, penyebab, pencegahan, penanganan obesitas, dan masalah lain seputar kelainan tersebut.
[email_link]
Pingback: Biaya Kesehatan Anak Obes Lebih Mahal | dr-anak.com