dr. Maharani Blog

dr-anak.com | Ikatan Dokter Anak Indonesia – Bali

Kaki Bayi Perlu Dibedong agar Tidak Pengkor?

Posted by maharani on Jun-2-2010

KOMPAS.com — Ada banyak mitos tentang perawatan bayi yang berkembang dan terus dipertahankan di masyarakat. Sebagian salah, tetapi ada pula yang secara ilmiah benar. Mana yang Anda ikuti? Berikut beberapa di antaranya.

Mitos: Pakai gurita agar tidak kembung.

Fakta: Salah. Pasalnya, organ dalam tubuh malah akan kekurangan ruangan. Dinding perut bayi masih lemah, volume organ-organ tubuhnya pun tak sesuai dengan rongga dada dan rongga perut yang ada karena sampai 5 bulan dalam kandungan organ-organ ini terus tumbuh sementara tempatnya sangat terbatas. Jika bayi menggunakan gurita,  ruangan untuk pertumbuhan organ-organ ini akan terhambat. Boleh memakai gurita asal ikatan bagian atas dilonggarkan sehingga jantung dan paru-paru bisa berkembang.

Mitos: Kuku tak boleh dipotong sebelum 40 hari.

Fakta: Salah. Jika tidak dipotong, kuku yang panjang itu bisa melukai wajah bayi, bahkan melukai kornea mata. Kalau sampai kena kornea, tak bisa disembuhkan lagi. Mitos ini mungkin lebih disebabkan kekhawatiran akan melukai kulit jari tangan atau kaki si bayi saat ibu menggunting kuku-kukunya. Sebaiknya gunting dengan gunting kuku khusus untuk bayi.

Mitos: Kaki dibedong agar tidak pengkor.

Fakta: Salah. Bedong bisa membuat peredaran darah bayi terganggu karena kerja jantung memompa darah menjadi sangat berat. Akibatnya, bayi sering sakit di sekitar paru-paru atau jalan napas. Selain itu, bedong juga bisa menghambat perkembangan motorik si bayi karena tangan dan kakinya tak mendapatkan banyak kesempatan untuk bergerak.

Sebaiknya bedong dilakukan hanya setelah bayi dimandikan atau kala cuaca dingin, untuk menjaganya dari udara dingin. Dipakainya pun longgar. Yang jelas, pemakaian bedong sama sekali tak ada kaitannya dengan pembentukan kaki. Semua kaki bayi yang baru lahir memang bengkok. Pasalnya, di dalam perut tak ada ruangan cukup bagi bayi untuk meluruskan kaki sehingga waktu lahir kakinya pun masih bengkok.

Mitos: Tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari.

Fakta: Salah. Yang tepat adalah tidak pergi ke tempat yang penuh orang (crowded). Banyak orang berarti banyak kuman penyakit. Misalnya ke mal atau perhelatan. Ingat, kekebalan bayi masih sangat rentan saat usianya di bawah 40 hari. Jadi, di bawah setahun, sebaiknya jangan membawa bayi ke mal, kecuali memang sangat penting dan hanya sebentar.

Random Posts

    1. Anita Said,

      Dear Dokter,
      Maksh buat infonya dok,sngat mmbantu aku.Anakku sekarang berumur 14 bulan dari bayi dulu jarang aku bedong tp kenapa ya sampai skrang belum jg bisa jalan,trus giginya jg belum tumbuh?Gimana solusinya Dokter?.Trus kalo duduk gak sedikit bungkuk,kata ibuku itu krn trlalu cepat diajarkan duduk,gmana cara memperbaikinya dok?makasih untuk nasehatnya

      Salam
      Anita

    2. nana Said,

      ass..
      Terima kasih dok atas infonya,bermanfaat bgt buat saya..yg ingin sya tanya kan soal pemakaian pampers.Kata orang tua sya bayi apalagi bayi cewek ga boleh sering2 pakai pampers ktanya bikin kakinya mengakang, benar ga seh dok?sya agak cemas soalnya dr lahir anak sya memakai pampers..terima kasih dok atas jawabanya

    3. hani Said,

      Trmksh ats infonya, yg ingin sy tanyakan ttg knpa bayi sering muntah? Kata orang tua itu adalah pertanda baik krn bayi akn cepet besar atau istilah jawanya sedang “nggebyur awak”. Benarkah itu?

    4. Novi Said,

      Ass..dokter,sya mau tnya,apa btul kata org2 tua kita dlu klo bayi itu cpat tumbuh gigi maka lambat bru bs jalan,bgtu jg sbaliknya,sya agak khwtir ni dok,umur anak sya 4 bln & sudah tumbuh gigi 2 buah. Mksih dokter ats jwbnnya.

    Add A Comment

    CommentLuv Enabled