Kejang pada Bayi

KEJANG pada neonatus didefinisikan sebagai suatu gangguan terhadap fungsi neurologis seperti tingkah laku, motorik, atau fungsi otonom.

Periode bayi baru lahir (BBL) dibatasi sampai hari ke-28 kehidupan pada bayi cukup bulan, dan untuk bayi prematur, batasan ini biasanya digunakan sampai usia gestasi 42 minggu.

Kebanyakan kejang pada BBL timbul selama beberapa hari. Sebagian kecil dari bayi tersebut akan mengalami kejang lanjutan dalam kehidupannya kelak. Kejang pada neonatus relatif sering dijumpai dengan manifestasi klinis yang bervariasi. Timbulnya sering merupakan gejala awal dari gangguan neurologi dan dapat terjadi gangguan pada kognitif dan perkembangan jangka panjang.

Insiden kejang pada neonatus di Amerika Serikat belum diketahui dengan jelas, diperkirakan adalah 80-120 pada setiap 100.000 neonatus setiap tahun.

Bagaimana terjadinya kejang?

Neuron dalam susunan saraf pusat (SSP) mengalami depolarisasi sebagai akibat dari masuknya kalium dan repolarisasi timbul akibat keluarnya kalium. Kejang timbul bila terjadi depolarisasi berlebihan akibat arus listrik yang terus-menerus dan berlebihan.

Volpe mengemukakan empat kemungkinan alasan terjadinya depolarisasi yang berlebihan yaitu:

  1. Gagalnya pompa natrium kalium karena gangguan produksi energi
  2. Selisih relatif antara neurotransmitter eksitasi dan inhibisi
  3. Defisiensi relative neurotransmitter inhibisi dibanding eksitasi
  4. Perubahan membran neuron menyebabkan hambatan gerakan natrium.

Tetapi, dasar mekanisme kejang pada neonatus masih belum dapat diketahui dengan jelas.
Ada banyak penyebab kejang pada neonatus, yaitu:

  1. Bayi tidak menangis pada waktu lahir adalah penyebab yang paling sering. Timbul dalam 24 jam kehidupan pada kebanyakan kasus.
  2. Perdarahan otak, dapat timbul sebagai akibat dari kekurangan oksigen atau trauma pada kepala. Perdarahan subdural
    yang biasanya diakibatkan oleh trauma dapat menimbulkan kejang
  3. Gangguan metabolik.
  1. Kekurangan kadar gula darah (Hipoglikomia), sering timbul dengan gangguan pertumbuhan dalam kandungan  dan pada bayi dengan ibu penderita diabetes melitus (DM). Jangka waktu antara hipoglikemia dan waktu sebelum pemberian awal pengobatan merupakan waktu timbulnya kejang. Kejang lebih jarang timbul pada ibu penderita diabetes, kemungkinan karena waktu hipoglikemia yang pendek.
  2. Kekurangan kalsium (hipokalsemia), sering ditemukan pada bayi berat badan lahir rendah, bayi dengan ibu penderita DM, bayi asfiksia, bayi dengan ibu penderita hiperparatiroidisme.
  3. Kekurangan natrium (Hiponatremia)
  4. Kelebihan  natrium (Hipernatremia), biasanya timbul bersamaan dengan dehidrasi atau pemakaian bikarbonat berlebihan.
  5. Kelainan metabolik lainseperti:
  • Ketergantungan piridoksin mengakibatkan kejangyang resistan terhadap antikonvulsan.

Bayi dengan kelainan ini mengalami kejang intrauterin dan lahir dengan meconium staining

  • Gangguan asam amino

Kejang pada bayi dengan gangguan asam amino sering disertai dengan manifestasi neurologi. Hiperamonemia dan asidosis sering timbul pada gangguan asam amino.

  1. Infeksi sekunder akibat bakteri atau nonbakteri dapat timbul pada bayi dalam kandungan, selama persalinan, atau pada periode perinatal
  1. Infeksi bakteri
    Meningitis akibat infeksi group B Streptococcus, Escherechia coli, atau Listeria monocytogenes sering menyertai kejang selama minggu pertama kehidupan.
  2. Infeksi nonbacterial
    Penyebab nonbacterial seperti toxoplasmosis dan infeksi oleh herpes simplex, cytomegalovirus, rubella dan coxackie B virus dapat menyebabkan infeksi intrakranial dan kejang.

Penulis: Guslihan Dasa Tjipta

Random Posts

10 thoughts on “Kejang pada Bayi

  1. Pingback: Kejang PADA Bayi DAN ANAK « PUSKESMAS SIMPANG EMPAT

  2. Kalau Balita (umur 15 bulan) kejang nya setiap bangun pagi, udah ke dokter spesialis, masih tetap kejang, kira-kira kenapa dan bagaimana langkah pengobatan terbaik?

  3. selamat siang, anak saya umur 1 bulan beberapa kali kejang( bergetar badan, kaki, tangan) 2-3 detik. Apakah ini normal ? Terima kasih.

  4. Saat memberi ASI pakai dot pada bayi saya berumur 4 bulan. Bayi kejang-kejang selama kurang dari lima detik karena saat intu saya lekas-lekas mencabut dot dari mulut bayi. kemudian saya berikan lagi ASI di dot namun tidak kejang-kejang. Kejadian ini berlangsung 3 kali di hari yang berbeda. Pertanyaan saya,
    Apakah ini termasuk kejang karena kelainan fungsi otak yang dapat menyebabkan epilepsi (Dari keluarga tidak ada riwayat epilepsi) atau kejadian biasa?
    apakah membahayakan?
    Dok Mohon jawabanya … Terima kasih.

  5. Dear dr Maharani blog
    Anak saya usia 5 bulan, lahir prematur (8 bulan) dengan berat badan rendah, menurutv dokter yang menanganinya anak saya terinfeksi cmv sejak dalam kandungan, lab cek terakhir menunjukkan kadar virus dalam darah sudah menurun dibawah ambang batas normal. akan tetapi sampai sekarang anak saya masih sering mengalami kejang dan otot pada tangan dan kaki cenderung kaku, tindakan apakah yang sebaiknya saya dan istri saya lakukan?
    atas bantuan dan masukannya saya ucapkan banyak terima kasih
    regards
    bagus
    yogyakarta

  6. anak saya berumur 1 thun, pertama mengalami kejang setelah demam disertai batuk2 pilek dan susah makan yang sebulan lalu mengalami muntaber,dan kata dokter coba ke poliklinik , menurut ibu bagaimana keadaan saya yang skarag bru pulang dri rumah sakit makanan dan susu dotnya seperti biasa atau gimana mks.ditunggu jwbanny.

  7. kedua anak saya (saat ini 10 th dan 6 th) keduanya perempuan. kedua anak saya ini mpy riwayat pernah kejang lebih dari satu kali (2 kali). anak saya yg pertama terakhir kejang tahun 2006. sedang yg kedua tahun 2008. meneurut beberapa orang katanya kalau usia anak sudah lebih dari 5 tahun insya allah gak kena kejang lagi. Tapi pada tgl 20 agust 2010 kemarin anaak saya yg kedua kena kejang lagi. kejang ini diawali karena anak saya kena cacar air dan karena panasnya tinggi akhirnya kena kejang. yang ingin saya tanyakan ke dokter adalah :
    1. apakah penyakit kejang ini ada kaitannya dengan penyakit turunan
    2. Usia berapa seorang anak bebas dari kejang

  8. Anak saya baru berumur 2 bulan, beberapa kali kejang( bergetar badan, kaki, tangan) 2-3 detik. Apakah ini normal ? Terima kasih.

  9. dier dr maharani blog
    anak sy usiax bru 3 bln 26 hari,mengalami kaku pada seluruh badan sejak 1 mnggu stlah lahir,kaku dialaminya lbih dari sekali setiap hari.prkmbangn BB dan TB stiap bulanx normal,serta perkembangan ekstrmitasx normal,.setiap kli kaku suhu badannya tidak prnah naik,udah perna konsul ke dr.spsyalis anak tpi di suru CT-SCAN.sejak lahir anak sy hanya minum susu formula…………
    sy minta pnjelasanx dri dr. srta saranx (ditunggu secepatnya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge