Kuning Bayi

Pada kehidupan sehari-hari kadang-kadang kita bertemu ibu-ibu yang mengeluh bahwa anak/bayinya menderita sakit kuning . Sebetulnya mengapa anak/bayinya dikatakan sakit kuning?

Alasan sebetulnya anak/bayi tersebut dikatakan sakit kuning karena ibu melihat kulit bayinya menjadi kuning atau lebih jelas  lagi matanya terlihat kuning. Kuning pada kulit atau mata itu disebabkan peningkatan kadar bilirubin di dalam darah penderita. Bilirubin adalah suatu hasil pemecahan sel darah merah (eritrosit). Eritrosit hidup selama 120 hari di dalam tubuh kita, setelah itu eritrosit akan pecah.

Pada keadaan normal bilirubin tersebut akan berikatan dengan protein (albumin) dan dibawa ke hati untuk dikonjugasikan/digabungkan dengan enzim hati untuk menghilangkan efek racunnya.  Bilirubin yang telah dikonjugasi di dalam hati tersebut akan dibawa keusus. Sebagian besar dibuang melalui tinja dan sebagian kecil kembali masuk ke dalam hati dalam keadaan tidak dikonjugasi, dan di hati akan dikonjugasi kembali dan demikian seterusnya.

Pada keadaan yang tidak biasa terjadi peningkatan bilirubin di dalam penderita. Peningkatan  ini dapat terjadi pada Bilirubin yang belum dikonjugasi, atau pada bilirubin yang telah dikonjugasi. Peningkatan bilirubin yang belum di konjugasi (efek racunnya belum hilang), pada kadar tinggi dapat menyebabkan pengendapan bilirubin tersebut di sel-sel otak yang mengakibatkan terjadinya kejang-kejang berat (kem icterus). Akhirnya, dapat menyebabkan kematian atau bila sembuh akan meninggalkan gejala sisi berupa keterbelakangan mental, lumpuh, dsb.

Continue reading